Virus Corona datang, orang sehat tak perlu masker!
Penyebaran virus corona yang utama adalah melalui droplet--cairan
saat bersin ataupun batuk yang mengandung mikroorganisme penyebab
penyakit, kontak langsung, dan tangan yang sudah terpapar droplet orang
yang terinfeksi. Selain itu, tangan yang terpapar virus dapat juga
menjadi media penyebaran virus ketika digunakan menyentuh mulut, hidung,
atau mata.Untuk pencegahan virus, CDC menyarankan bagi orang yang sakit sebaiknya tetap tinggal di rumah dan menghindari kontak dekat dengan orang lain.
Bagi masyarakat umum, selalu cuci tangan dengan air dan sabun yang mengandung antiseptik. Jika tidak ada air dan sabun, gunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol 60 persen. Hindari menyentuh benda yang kotor dan juga selalu bersihkan benda yang kerap disentuh orang lain.
Untuk pencegahan virus, CDC menyarankan bagi orang yang sakit sebaiknya tetap tinggal di rumah dan menghindari kontak dekat dengan orang lain.
Bagi masyarakat umum, selalu cuci tangan dengan air dan sabun yang mengandung antiseptik. Jika tidak ada air dan sabun, gunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol 60 persen. Hindari menyentuh benda yang kotor dan juga selalu bersihkan benda yang kerap disentuh orang lain. Namun ternyata, Sebab pemakaian penutup hidung dan mulut ini justru berpotensi meningkatkan infeksi virus. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan tidak merekomendasikan memakai masker untuk mencegah virus corona jenis baru. "CDC tidak merekomendasikan orang (sehat) memakai masker untuk melindungi diri dari penyakit pernapasan, termasuk COVID-19," tulis pernyataan resmi CDC.
Lalu bagaimana?

Apakah penggunaan masker efektif menangkal virus corona? Menurut keterangan seorang spesialis pencegahan infeksi, Anda tidak perlu memakai masker bedah atau N95 jika tidak sakit. Memakai masker dalam keadaan sehat justru dapat meningkatkan risiko terkena infeksi.
Seorang profesor kedokteran dan epidemiologi di University of Iowa's College of Medicine, Dr Eli Perencevich, mengatakan mengenakan masker dapat membuat seseorang merasa puas dengan kebersihan diri mereka.
"Jika Anda tidak mencuci tangan sebelum dan setelah melepas masker, Anda bisa meningkatkan risiko (terserang virus corona)," ucapnya dilansir dari Asia One, Selasa, 3 Maret 2020. Ia pun mengingatkan untuk jangan terbuai dengan "rasa aman yang salah".
Penggunaan masker, menurutnya, hanya diperuntukan bagi mereka yang sakit, untuk mencegah virus corona agar tidak ditularkan kepada orang lain. Masker bedah pun berfungsi untuk menjaga percikan dan tidak mencegahnya, berbeda dengan respirator bedah seperti masker N95. Namun, banyak profesional medis lainnya yang tidak merekomendasikan penggunaan N95.
Seorang profesor kedokteran dan epidemiologi di University of Iowa's College of Medicine, Dr Eli Perencevich, mengatakan mengenakan masker dapat membuat seseorang merasa puas dengan kebersihan diri mereka.
"Jika Anda tidak mencuci tangan sebelum dan setelah melepas masker, Anda bisa meningkatkan risiko (terserang virus corona)," ucapnya dilansir dari Asia One, Selasa, 3 Maret 2020. Ia pun mengingatkan untuk jangan terbuai dengan "rasa aman yang salah".
Penggunaan masker, menurutnya, hanya diperuntukan bagi mereka yang sakit, untuk mencegah virus corona agar tidak ditularkan kepada orang lain. Masker bedah pun berfungsi untuk menjaga percikan dan tidak mencegahnya, berbeda dengan respirator bedah seperti masker N95. Namun, banyak profesional medis lainnya yang tidak merekomendasikan penggunaan N95.
Referensi :
https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/02/150200365/positif-corona-di-indonesia-perlukah-penggunaan-masker
https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4192659/menurut-ilmuwan-mengenakan-masker-saat-sehat-bisa-tingkatkan-risiko-terserang-virus-corona
Komentar