Diare, Jangan Anggap Sepele!
Diare dan kecelakaan bermotor masuk dalam daftar penyebab kematian paling banyak di dunia. Data dari World Health Organization (WHO) per 2012 menyebutkan 1,5 juta atau 2,7 persen dari seluruh kematian di seluruh dunia disebabkan oleh diare. Jumlah itu sama dengan kematian yang disebabkan oleh HIV/AIDS. Banyaknya kematian akibat diare disebabkan masih banyaknya warga dunia yang hidup di bawah garis kemiskinan dan kondisi sanitasi yang buruk. Kasus kematian akibat diare paling banyak ditemukan di Afrika dan Asia Selatan. Sementara itu, kecelakaan berkendara menjadi kontributor 1,3 juta atau 2,2 persen kematian warga dunia.
Apa itu diare?
Diare adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan buang air besar terus menerus. Feses yang keluar saat BAB biasanya lembek atau cair. Orang awam sering menyebutnya dengan istilah “buang-buang air” atau mencret.

Gejala Diare
Gejala diare bervariasi. Penderita bisa merasakan satu atau lebih gejala. Namun, gejala yang paling sering dirasakan penderita diare antara lain:
- Perut terasa mulas.
- Tinja encer atau bahkan berdarah.
- Mengalami dehidrasi.
- Pusing, lemas, dan kulit kering.
- Feses lembek dan cair
- Sakit perut
- Kram perut
- Mual dan muntah
- Sakit kepala
- Kehilangan nafsu makan
- Haus terus menerus
- Demam
- Darah pada feses
- Feses yang dihasilkan banyak
- Terus menerus ke toilet
Sebagian besar diare disebabkan oleh infeksi kuman di usus besar. Namun, diare yang berlangsung lama dapat terjadi akibat radang di saluran pencernaan.
Penyebab diare
Beberapa kondisi dapat menyebabkan seseorang mengalami diare, umumnya adalah infeksi virus pada usus besar. Jenis-jenis virus tersebut meliputi rotavirus, norwalk, cytomegalovirus, dan virus hepatitis. Rotavirus merupakan virus yang paling sering menyebabkan diare pada anak-anak.
Selain infeksi virus, penyebab diare lainnya adalah:
- Infeksi bakteri, seperti Campylobacter, Clostridum difficile, Escherichia coli, Salmonella, dan Shigella.
- Infeksi parasit, contohnya Giardia.
- Alergi makanan.
- Makanan yang mengandung pemanis buatan.
- Intoleransi fruktosa (pemanis alami pada madu dan buah-buahan) dan intoleransi laktosa (zat gula yang terdapat pada susu dan produk sejenisnya).
- Pasca operasi batu empedu.
- Efek samping obat-obatan, misalnya antibiotik yang dapat mengganggu keseimbangan alami bakteri dalam usus sehingga menimbulkan diare.
Pada kasus diare yang berlangsung lama (kronis), faktor-faktor penyebabnya meliputi:
- Radang pada saluran pencernaan, seperti pada penyakit Crohn, kolitis ulseratif, atau kolitis mikroskopik.
- Irritable bowel syndrome.
- Penyakit celiac atau penyakit yang menyebabkan tubuh menolak protein gluten.

Pencegahan Diare
Upaya pencegahan diare tergantung kepada kedisiplinan seseorang dalam menjaga kebersihan makanan dan minuman. Dengan menerapkan kebiasaan bersih, seseorang dapat terhindar dari virus atau mikroorganisme lain yang dapat menyebabkan diare. Dianjurkan untuk:
- Rajin mencuci tangan, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menyentuh daging yang belum dimasak, sehabis dari toilet, atau setelah bersin dan batuk. Bersihkan tangan dengan sabun, dan bilas dengan air bersih.
- Mengonsumsi makanan yang sudah dimasak. Hindari memakan buah-buahan atau sayuran mentah yang tidak dipotong sendiri.
- Minum air matang.
Segitu saja yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat yaa!
Mutiara Hendi Farsyllah (1911213003)
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Ilmu Kesehatan Masyarakat
Universitas Andalas
Komentar
sangat bermanfaat👍